Pasuruan, Kompasone.com – Serda Alfian, Babinsa Koramil 0819/14 Gondangwetan, terlibat langsung dalam upaya pencarian seorang santri yang hilang terseret arus di Sungai Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (24/01/25).
Peristiwa tragis ini bermula ketika sekelompok santri dari Pondok Pesantren Al Hasyimi Podokaton berenang di sungai setempat pada Kamis sore (23/01/25). Tiba-tiba arus sungai menjadi deras dan menyeret salah satu santri. Rekan-rekannya yang panik segera meminta bantuan warga sekitar.
Mendapat laporan dari masyarakat, Serda Alfian segera menuju lokasi kejadian untuk membantu pencarian korban bersama tim gabungan yang terdiri dari petugas, relawan, dan warga. Upaya pencarian dilakukan hingga malam hari, namun korban belum ditemukan akibat keterbatasan pencahayaan dan medan yang sulit.
Pada Jumat pagi, pencarian kembali dilanjutkan. Dengan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, Serda Alfian memberikan arahan serta koordinasi yang efektif agar proses pencarian berlangsung lebih terarah dan efisien.
Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Haikal (14), seorang santri dari Pondok Pesantren Al Hasyimi Podokaton.
Kehadiran Babinsa dalam operasi pencarian ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menyampaikan rasa terima kasih atas kesigapan dan kepedulian TNI dalam membantu situasi darurat seperti ini.
Kapten Inf Hadi Erlanto, Danramil 0819/14 Gondangwetan, turut memberikan apresiasi atas dedikasi Serda Alfian. “Kami bangga atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam membantu masyarakat. Ini adalah bukti nyata bahwa Babinsa selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat,” ujarnya.
Pihak keluarga korban yang turut menyaksikan proses pencarian merasa sangat kehilangan atas kejadian ini. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan.
Pencarian korban melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tim SAR, relawan, hingga aparat desa setempat. Koordinasi yang baik antara semua pihak menjadi faktor utama keberhasilan dalam menemukan korban.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim penghujan yang kerap menyebabkan debit air meningkat secara tiba-tiba.
Pemerintah desa setempat berencana untuk meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya keselamatan di area sungai guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Kasus ini telah ditangani oleh pihak berwenang, sementara keluarga korban menerima jenazah untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Muh
