Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Usir Pendemo Di Buntu Pane,Warga Ajak Pilih Kotak Kosong Di Asahan

Kamis, Oktober 10, 2024, 20:33 WIB Last Updated 2024-10-10T13:34:07Z

 


Kisaran, Kompasone.com- Ratusan masyarakat Desa Buntu Pane Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan,hadang dan usir sejumlah aktivis mahasiswa yang akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Buntu Pane, Kamis (10/10) sekira pukul 12:30 Wib. 


Kedatangan belasan masa yang datang mengaku dari Pemuda dan Mahasiswa Aktivis Sumatera Utara (Pena Sumut) ini, berencana akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Kades Buntu Pane, datang mengendarai sepedamotor dan mobil pickup yang membawa soundsistem. 


Namun, sebelum sampai di Kantor Desa Buntu Pane, ratusan warga Buntu Pane langsung melakukan aksi penghadangan dan pengusiran. Masyarakat tidak terima dengan aksi unjuk rasa yang menuding Kepala Desa (Kades) Buntu Pane,Manten Aperi Simbolon SH melakukan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). 


"Pergi kalian dari sini. Jangan kalian buat kegaduhan dengan memfitnah Kades kami. Desa kami ini sudah aman dan tenteram. Jangan kalian demo karena Kades kami orangnya amanah dan baik, " teriak Rudi salah seorang warga. 



Menurut masyarakat jika para pendemo meneruskan aksinya mereka siap berhadapan.


"Kalau begitu kamu akan berhadapan sama kami masyarakat Buntu Pane Asahan. Jangan sembarangan memfitnah orang korupsi, " teriak warga.



Semula para pendemo yang mengaku aktivis itu sempat bertahan, namun warga terus melakukan pengusiran. Bahkan, warga semakin emosi dan melempari para pendemo yang dinilai ingin membuat kekacauan.


Kericuhan sempat terjadi ketika warga dan pendemo saling dorong. Beruntung polisi yang melakukan pengawalan aksi mengamankan dan meredakan suasana. 



Beberapa pendemo tampak lari tunggang langgang melihat massa warga sekitar mulai ramai mendatangi lokasi. Emosi warga mulai reda setelah melihat para pendemo meninggalkan lokasi. 


Sementara, Kades Buntu Pane Manten Aperi Simbolon SH ketika dikonfirmasi, Kamis (10/10-2024) mengaku terkejut dengan aksi spontan warga menghadang pendemo. 


Pasalnya, warga desa Buntu Pane dan warga desa lainnya datang dengan sendirinya berdatangan ke kantor desa tanpa ada dikomandoi. 


"Saya terkejut dengan aksi masyarakat desa Buntu Pane dan masyarakat 10 desa lainnya yang datang kesini. Mereka tidak ada saya panggil, tapi mereka datang sendiri, " ujarnya. 


Bahkan katanya lagi, warga yang datang dengan 10 orang Kades lainnya. Mereka datang untuk memberi dukungan secara moril. 


Bahkan,dalam aksi penghadangan pendemo itu terdengar warga berteriak tengan kotak kosong. "Kita tidak memlih pasangan calon manapun. Kita memilih kotak kosong, hidup kotak kosong," teriak warga secara serentak.


(Arnes Arbain)

Iklan

iklan