Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ormas Anak Petani Indonesia (API) Terima Kunjungan Prof.Surono Danu Pegiat/Aktifis Pertanian Tanah Air

Senin, Oktober 14, 2024, 19:26 WIB Last Updated 2024-10-14T12:26:58Z

 


Ciamis, kompasone.com - Ormas Anak Petani Indonesia (API) yang diketuai Yayat Ruhiyat berkedudukan di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Ciamis Jawa Barat,pada Minggu 13/10/2024 telah menerima kunjungan dari Prof.Surono Danu seorang pakar pertanian yang memiliki nama besar di tanah air dengan temuan temuan bibit unggul dari farietas baik tanaman padi,kedelai,cabai,singkong,jagung dan tanaman lainnya.


Pria yang dikenal sebagai pakar bidang pertanian dengan usia 73 tahun asal lampung tersebut terkenal dengan penampilan yang nyentrik dan familier telah memberikan petunjuk dan arahan secara lugas tentang tekhnis,pengolahan tanah dan pengelolaan pertanian kepada anggota API bertempat di Taman Lokasana Ciamis.


Prof.Surono Danu adalah penemu bibit padi unggul MSP/Mertani dimana bibit ini merupakan bibit lokal yang dapat menghasilkan produksi lebih banyak dan masa tanam yang lebih pendek.


 Prof.Surono juga dikenal sebagai orang dekat dengan Ketua Umum Partai PDIP Megawati Sukarno Putri.


Yayat Ruhiyat dalam kesempatan tersebut menyampaikan salah satu kendala dalam kegiatan pertanian di Kabupaten Ciamis adalah tentang ketersediaan air.Karena dengan tidak adanya upaya perlindungan terhadap mata air baik di hulu yaitu gunung Sawal sampai ke hilir,maka ketersediaan air sungai yang nota bene digunakan untuk pertanian dan perikanan seolah hanya mengandalkan air hujan.


 "Kami berharap akan adanya penanganan dan perhatian dari pemerintah untuk menjaga ketersediaan mata air baik dari hulu sampai ke hilir,dengan cara melakukan penanaman di sepanjan sisi atau bantaran sungai dengan jenis tanaman jambe atau pinang yang dapat menyimpan air serta menahan longsor ,"terang Yayat.

 

Lanjut Yayat, dihulu sungai yaitu di gunung Sawal,Gunung Geger Bentang dan Gunung Madati kami usulkan ditanami pohon kawung/aren,karena pohon aren sangat bagus dalam menyimpan air,hitung hitungan ekonominya bila di gunung ditanami aren akan tertanam jutaan pohon aren,maka setelah minimal 7 tahun sudah dapat disadap atau dipanen,satu pohon dapat menghasilkan 2 kg gula merah × Rp 20.000/kg dikali 1 juta pohon maka akan menghasilkan 4 Milyar/hari maka dalam 1 tahun akan menghasilkan 14.4 Trilyun sungguh sangat besar bila dibandingkan dengan APBD Ciamis sekarang ini.


"Tetapi sayangnya harapan dan buah pemikiran kami sampai saat ini belum terlaksanakan karena tidak adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah,"pungkas Yayat. 


(AL)

Iklan

iklan