Pringsewu, Kompasone.com — Penggunaan Dana Desa, Desa Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung diduga terjadi penyimpangan.
Keterangan yang diperoleh Kompas One,Tahun Anggaran 2022, Desa Bumi Arum ,Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung menerima Dana Desa sebesar Rp.1.061.689.000, yang dipergunakan beberapa program yang diantaranya, penggunaan dana tahap pertama berupa pemberian insentif kader posyandu sebesar Rp.17.400.000. Namun, keterangan yang diperoleh Kompas One, diduga tidak semua dana diserahkan kepada yang berhak menerimanya.
Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan sebesar Rp.22.880.000, diduga terjadi penyimpangan.Pembelian bibit kelapa Nias Rp.48 juta, diduga terjadi penyimpangan. Pembelian lampu jalan sebesar Rp.32 juta, dipertanyakan.
Penggunaan dana tahap dua berupa pemberian insentif kader posyandu sebesar Rp.17.400.000, diduga tidak semua dana diserahkan kepada yang berhak menerimanya. Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan sebesar Rp.26.380.000, diduga terjadi penyimpangan.
Pembelian bibit kelapa nias sebesar Rp.48 juta, diduga terjadi penyimpangan Diduga nota pembelian direkayasa. Pembelian lampu jalan sebesar Rp.32 juta, dipertanyakan.
Pembangunan saluran irigasi pertanian sebesar Rp.45.020.000, diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.Pembelian bebek sebesar Rp.104 juta, diduga terjadi penyimpangan. Diduga nota pembelian di rekayasa.
Penggunaan dana tahap tiga berupa pemberian insentif kader Posyandu sebesar Rp.34.800.000, diduga tidak semuanya diserahkan. Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan sebesar Rp.32.096.000,diduga terjadi penyimpangan.
Pembelian bibit kelapa nias sebesar Rp.48 juta,diduga terjadi penyimpangan. Pembelian lampu jalan sebesar Rp.35 juta, dipertanyakan.
Pembangunan salurab irigasi pertanian sebesar Rp.40.020.000, diduga terjadi penyimpangan. Pembelian bebek sebesar Rp.104 juta,diduga terjadi penyimpangan.
Untuk Tahun Anggaran 2023, Desa Bumi Arum mendapatkan Dana Desa sebesar Rp.1.035.570.000, yang dipergunakan beberapa program yang diantaranya, penyelenggaraan desa siaga kesehatan sebesar Rp.49.140.000,diduga terjadi penyimpangan.
Pembuatan lampu jalan sebesar Rp.50.850.000,dipertanyakan.Pembelian mesin pemotong rumput sebesar Rp.24 juta,diduga terjadi penyimpangan. Pembelian bibit jagung sebesar Rp.60.375.000, diduga terjadi penyimpangan. Diduga nota pembelian direkayasa.
Penggunaan dana tahap dua berupa PMT Stunting sebesar Rp.49.140.000,diduga terjadi penyimpangan.Pembuatan lampu jalan sebesar Rp.50.850.000,dipertanyakan.
Pembangunan jalan desa ( rabat beton dusun 01 Rt.03 sebesar Rp.97.220.000,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.Jalan rabat beton dusun 02 Rt.01 sebesar Rp.98.705.000,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.
Pembelian mesin pemotong rumput sebesar Rp.24 juta,diduga di Mak Up.Pembelian bibit jagung sebesar Rp.60.375.000,diduga terjadi penyimpangan.Diduga nota pembelian yang direkayasa.Pembelian benih padi sebesar Rp.61.057.000,diduga terjadi penyimpangan.
Penggunaan dana tahap tiga berupa pemberian insentif kader Posyandu sebesar Rp.24 juta,diduga tidak semuanya diserahkan.Pemberian insentif kader PPKBD Rp.21 juta,diduga tidak semua dana diserahkan kepada yang berhak menerimanya.
Pembuatan lampu jalan sebesar Rp.52 juta,dipertanyakan.Pembangunan jalan rabat beton dusun 01/03 sebesar Rp.97.220.000,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.
Pembangunan jalan rabat beton dusun 02 Rt.03 sebesar Rp.98.705.000,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.Pengerasan jalan desa sebesar Rp.108.384.000,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.
Pembangunan jalan rabat beton dusun 04 sebesar Rp.34.494.000,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB.Pembuatan Talud penahan tanah sebesar Rp.30.097.000,diduga terjadi penyimpangan.
Pembelian bibit jagung sebesar Rp.60.375.000,diduga terjadi penyimpangan.Diduga nota pembelian yang direkayasa.Pembelian benih padi sebesar Rp.61.057.000,diduga terjadi penyimpangan.Pembelian ternak kambing sebesar Rp.40 juta,dipertanyakan.
Untuk Tahun Anggaran 2024,Desa Bumi Arum menerima Dana Desa Sebesar Rp.1.086.646.000,yang dipergunakan untuk beberapa program.Namun,penggunaan dana tahap pertama belum dilaporkan.
Sementara itu,Kepala Desa Bumi Arum saat dihubungi melalui pesan singkat What app tidak memberikan jawaban.
( Tim )
