Kabupaten 50 kota. Kompasone.com -Kehidupan warga di Kenagarian Harau ini, sungguh memilukan hati. Adalah Pasangan yang malang Emrizal dan Senderwati warga Kampung Padang Rukam Kenagarian harau, kecamatan Harau, Kabupaten 50 kota.( senin 10 Juni 2024.)
Ia tinggal di rumah yang nyaris ambruk dan tidak layak huni. Rumah itu berdiri di lahan milik tanah orang tuanya. Atap Bekas, dan dinding papan yang sudah lapuk di makan usia, terlihat atap bekas sebagian menutupi dinding papan kayu yang sudah tidak bagus.
Sulitnya Emrizal mencari nafkah selaku petani/berkebun, di lahan orang. membuat bapak 3 anak ini tidak dapat berbuat banyak. Dirinya hanya bisa pasrah menerima kenyataan itu, hari demi hari.
Sedangkan istri dari Emrizal, Senderwati. hanya ibu rumah tangga biasa, terkadang Ia pergi ke sawah menjadi buruh tani. untuk mencari nafkah membantu dan meringankan beban Emrizak guna mencukupi kebutuhan untuk makan dan biaya sekolah anak anaknya.
Emrizak yang juga bekerja serabutan sebagai petani mengatakan Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk biaya kehidupan sehari-hari saja gajinya tidak mencukupi.
"Bagaimana saya mau memperbaiki rumah yang atapnya bocor, dinding yang rusak,dapur dan kamar mandi ..kami saja satu sekeluarga hanya mandi di kolam, mencuci pakaian dan mencuci piring pun di kolam, tidur bersama satu kamar, sedangkan anak kami yang dewasa sudah memasuki masa remaja, terkadang untuk makan 3 kali sehari saja sulit bagi kami. ujarnya.
Emrizal mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan rumah dari pemerintah. Setiap sekali setahun hanya pendataan saja dari nagari, minta KTP, foto copy KK. Mungkin sudah puluhan.
namun sampai sejauh ini belum juga saya dapatkan. Dirinya berharap kepada pemerintah kabupaten maupun donatur, yang dermawan, membantu kami dan memasukan namanya dalam program bantuan yang dicanangkan pemerintah pusat provinsi ke kabupaten.
"Saya tidak pernah dapat bantuan,pak. sedangkan orang yang mampu, kehidupan dalam kata cukup mendapatkan bantuan. Saya yang benar-benar sangat membutuhkan sekali dan termasuk dalam golongan bawah tidak mendapatkan bantuan itu," ungkapnya.
"Saya sangat berharap agar pemerintah kabupaten 50 kota hingga para dermawan mau membantu kami. Diberikan bantuan atap,batu bata/batako, kayu, semen, polongan untuk sumur yang layak bagi anak anak kami mandi pergi sekolah, atau yang lainya, saya sudah sangat berterima kasih sekali.
(Indra Adrismel)

