Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ironis,Bimtek EMIS Kemenag Ciamis Dilaksanakan Di Pangandaran,Karena Tidak Ada Sarana Yang Memadai di Ciamis

Kamis, Juni 06, 2024, 08:13 WIB Last Updated 2024-06-06T01:13:21Z


Ciamis, Kompasone.com - Rencana kegiatan bimtek EMIS (Education Management Information System) atau bimtek Sinkronisasi Data Kesiswaan dan Kelembagaan untuk operator,guru,dan TU satuan pendidikan RA,MI,MTS,dan MA yang akan diselenggarakan oleh Kemenag Ciamis pada tanggal 10 s/d 13 juni 2024 bertempat di Uni Beach Hotel Pangandaran menuai kegaduhan di kalangan guru satuan pendidikan dibawah naungan Kemenag Ciamis.Pasalnya selain biaya yang sepenuhnya dibebankan kepada lembaga juga dikarenakan tempat kegiatan yang jauh,di luar kabupaten Ciamis.


 Adapun biaya yang harus dikeluarkan oleh masing masing satuan pendidikan yakni 520 ribu rupiah per peserta dengan fasilitas yang didapat makan 2 kali,kofee break 2 kali,Aula,dan kamar hotel,diluar itu kembali menjadi tanggung jawab peserta.


 Beberapa guru RA saat di konfirmasi kompas.one mengungkapkan kekecewaan dan keberatannya,karena selain  uang yang harus disetorkan sebesar 520 ribu tersebut lembaga juga harus memikirkan transpor,tiket masuk daerah wisata,juga uang saku bagi peserta sehingga jika dihitung hitung mencapai 1 juta untuk satu peserta sehingga ini sangat memberatkan,"Kenapa tidak diadakan di Ciamis saja? kan lebih efisien baik biaya maupun waktu,"ujar salah seorang guru.


 "Yang lebih membingungkan ini sangat diharuskan,sehingga baik yang mengikuti kegiatan maupun yang tidak tetap harus bayar,dan bagi lembaga yang tidak mengikuti kegiatan untuk ijasah anak yang akan dibagikan tahun ini tidak akan diberikan,"keluhnya.


 Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Ciamis Jajang Jamaludin saat ditemui kompasone.com diruang kerjanya menjelaskan,"Kegitan ini sifatnya tidak diwajibkan,karena dalam surat edaran yang saya tanda tangani tidak ada kata wajib,mengenai yang tidak ikut harus tetap bayar mungkin itu salah persepsi,yang dimaksudkan adalah bagi lembaga yang jumlah muridnya sedikit bisa bergabung dengan lembaga lain,misal dari empat lembaga bergabung mengutus salah seorang operator untuk mengikuti bimtek ini nah biayanya ditanggung oleh empat lembaga ini sehingga tidak terlalu berat,"tuturnya.


 "Untuk blanko ijasah memang akan di bagikan kepada masing masing lembaga di tempat kegiatan,karena kalau ijasah RA tidak dibagikan juga tidak apa apa karena tidak ada persaratan untuk melanjutkan sekolah ditanyakan ijasah RA,mau masuk SD harus ada ijasah RA,mau masuk kuliah harus ada ijasah RA,"imbuhnya.


 Tentang kenapa kegiatan dilaksanakan di Pangandaran,Jajang menjelaskan "Karena Di Ciamis tidak ada sarana yang memadai,dengan jumlah RA sekitar 390 an tidak ada tempat yang cukup untuk dilaksanakannya kegiatan ini," ujarnya.


 "Kegitan ini sudah fiks tidak bisa di batalkan,bagi yang tidak mengikuti tidak apa apa,yang penting aut put nya,mereka bisa melaksanakan tugasnya dalam sinkronisasi data kesiswaan dan kelembagaan,karena sampai sekarang kabupaten Ciamis baru 4% data yang masuk dan waktu hanya tinggal beberapa hari lagi,dan perlu diketaui bahwa tidak ada anggaran kegiatan di kemenag anggaran 520 tadi sesuai yang disampaikan oleh pihak management Uni Beach hotel"pungkasnya. 


(AL)

Iklan

iklan