Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Senin, 07 Mei 2018

PSHT Pesawaran Membangun Tugu Rayon Gunung Sari


Pesawaran Way Khilau-Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Pesawaran, melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) Tugu PSHT Rayon Gunung Sari, Ranting Way Khilau, Minggu (06/05/18).

“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin terlebih dulu mengucapkan selamat kepada seluruh anggota PSHT atas dibangunnya Tugu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini,” jelas Dendi.

Semoga dengan adanya tugu tersebut, menurutnya, akan selalu mengingatkan warga PSHT untuk tidak keluar dari alur ajaran Setia Hati Terate yakni, ajaran budi luhur, tulus dan jujur, terutama dalam menghadapi situasi dan kondisi yang berlangsung sekarang ini.

“Dan dengan kejujuran, ketulusan dan keikhlasan hati itu pula, mari kita bersama-sama membangun persaudaran di tengah-tengah kehidupan umat manusia, khususnya keluarga besar Setia Hati Terate dan Kabupaten Pesawaran pada umumnya,” kata Dendi.

Atas nama pribadi maupun Pemkab Pesawaran, lanjut Dendi, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung sekali adanya PSHT ini yang ikut serta bermitra dengan pemerintah Pesawaran untuk mewujudkan Pesawaran yang sehat dan sejahtera.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Peran organisasi ini sangat diharapkan dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif, maka dari itu peran serta dalam pembangunan daerah sangat diharapkan,” ucapnya.

Tambah Dendi, PSHT sebagai bagian dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pesawaran juga mampu melahirkan atlit-atlit bela diri pencak silat yang profesional yang dapat mengharumkan nama Pesawaran.

“Saya berharap, melalui persatuan PSHT Cabang Pesawaran, dapat membawa pengaruh yang baik dan positif bagi kaum muda dan warga Pesawaran. Sesuai dengan instruksi Presiden kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Indonesia dalam program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), maka dari itu pemerintah mendukung segala jenis olahraga yang ada di Pesawaran ini,” Dendi menjelaskan.

“Saya yakin warga PSHT mampu menjadi pionir untuk kemajuan daerah, apalagi warga PSHT telah dibekali ilmu, baik secara fisik maupun mental. Seperti yang telah diajarkan oleh perintis Setia Hati Terate, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang mengajarkan kepada kita tentang budi luhur yang berangkat dari hati yang bersih, tulus dan jujur. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang yaitu revolusi mental, maka melalui pencak silat akan membentuk karakter karena pencak silat mewariskan nilai-nilai budaya bangsa,” tambah Dendi.

Dalam kesempatan tersebut juga, pihaknya merasa bangga karena mayoritas warga PSHT merupakan generasi muda. Di mana mengikuti bela diri tidak saja untuk menjaga diri, tapi lebih dari itu. “Dalam bela diri juga mengajarkan kepada kita untuk menanamkan kedisiplinan, kerja keras, pantang menyerah, saling menghargai, sportivitas, dan hormat pada pimpinan. Tentunya juga untuk menjaga kesehatan. Selain itu, bagi anak-anak muda, bergabung dalam perguruan bela diri merupakan salah satu sarana pembentukan karakter. Untuk itu, melalui kesempatan ini saya berpesan, seluruh warga PSHT harus menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangsa dan negara, karena PSHT dilahirkan oleh Tokoh Pahlawan perintis kemerdekaan Ki Hadjar Hardjo Oetomo, sehingga penerusnya harus memiliki jiwa patriotik dalam membela bangsa dan Negara. Saya juga berpesan kepada seluruh pendekar PSHT untuk lebih waspada terhadap segala upaya yang memecah belah bangsa dengan berbagai cara,baik budaya,politik,narkoba hingga radikalisme,” urainya.

Sementara itu, Suranto selaku pembina dan juga sekaligus sebagai sesepuh di PSHT Kabupaten Pesawaran mengutarakan, didirikannya tugu PSHT tersebut adalah merupakan sebuah simbol atau monumen bahwa keberadaan PSHT tersebut sudah ada dan menyebar di seluruh wilayah indonesaia.

“Untuk wilayah Kabupaten Pesawaran ini yang pertama kali dan selanjutnya tugu-tugu ini akan kita bangun di setiap rayon ranting dimasing-masing kecamatan yang ada di Pesawaran,” ucap Suranto.

Dijelaskan Suranto, PSHT ini adalah sebuah organisasi dan perguruan pencak silat yang tertua di Indonesia yang berdiri pada tahun1922 yang berpusat di Madiun. “Dan kita ini setiap daerah ada ketua cabangnya untuk pesawaran sendiri saat ini sudah ada sekitar 8000 anggota. Pencak silat dan organinasi persodaraan PSHT ini ada dua visi -misi selain pencak silat juga dipererat untuk persodaraannya, makanya lambangnya sebuah hati yang artinya mempersatukan semua anggota yang ada sakit satu kita ikut merasakannya makanya kita disini saling bersatu,”pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages