Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 22 Februari 2018

Polisi Tangkap Penyebar Hoax Larangan Suara Adzan



Jakarta, -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap dua orang yang diduga menyebarkan informasi bohong alias hoaks tentang pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang meminta pemerintah meniadakan azah di masjid karena suaranya berisik.

Kepala Subdirektorat 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan inisial kedua tersangka adalah DI (34) yang diringkus di kawasan Kedawung, Kota Cilegon, Provinsi Banten pada Rabu (14/2) dan SF (34) yang ditangkap di Way Kanan, Lampung pada Rabu (21/2).

"Dua orang ditangkap, DI pada pekan lalu, sedangkan SF subuh kemarin," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/2).

Irwan menerangkan SF diamankan karena menyebarkan hoaks pernyataan Megawati itu lewat akun media sosial Facebook pribadinya Sandi Sikumbang dan grup di aplikasi tukar pesan Whatsapp. Irwan mengungkapkan SF sehari-hari bekerja sebagai seorang guru.

Dari tangan SF, kat Irwan, penyidik menyita satu unit telepon genggam, satu buah kartu telepon, dan satu buah fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Selain mengunggah informasi hoaks tentang Megawati, menurutnya, SF juga mengunggah tulisan yang mengaitkan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Islam.

"Dia juga menulis, 'selamatkan anggota kami. Anggota PKI adalah anggota paling suci sedangkan Islam itu sesat'," ujar Irwan mengutip unggahan SF .

Atas perbuatannya, ungkap Irwan, SF dijerat Pasal 14 ayat 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. SF juga dijerat Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sum Cnnindonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages